Mengurangi asupan karbohidrat menjadi pilihan sejumlah
individu yang berencana menurunkan berat badannya. Tidak banyak yang
menyadari, kehilangan lemak tubuh dalam waktu yang cepat, terlebih
dengan cara diet karbohidrat memiliki risiko bagi kesehatan.
Menurut
sejumlah pakar nutrisi, diet rendah karbohidrat tidak akan bekerja
maksimal dalam jangka waktu yang cukup panjang. Mereka juga mengatakan
bahwa setiap orang harus mengonsumsi makanan yang seimbang, dan
diharuskan menikmati segala jenis makanan yang tersaji saat ini.
Di bawah ada sejumlah risiko yang dihadapi oleh para pelaku diet rendah karbohidrat, seperti dikutip Boldsky, Jumat (16/1/2015)
1. Sedih dan stres
Orang
yang menjauhi segala jenis karbohidrat berisiko berada pada suasana
hati yang buruk. Ketika suasana hati dalam keadaan buruk, Anda pun akan
gampang marah, dan mudah sekali menjadi stres.
2. Gemuk
Memotong
asupan karbohidrat di dalam diet sehari-hari akan merusak segala upaya
yang Anda lakukan untuk melangsing. Sebab, diet rendah karbohidrat akan
membuat Anda lebih mudah stres dan marah. Ketika stres, akan merangsang
napsu makan Anda menjadi berlebihan.
3. Ketosis
Ketosis
terjadi ketika tubuh Anda tidak memiliki cukup glukosa (gula) untuk
energi, sehingga memecah lemak yang tersimpan. Dengan demikian, hal ini
memungkinkan tubuh menghasilkan keton.
4. Kekurangan mineral
Diet rendah karbohidrat akan meningkatkan jumlah lemak jenuh di dalam tubuh. Kelebihan lemak jenuh berisiko terjadinya kanker.
sumber:anandaalifia.blogspot.com
Minggu, 18 Januari 2015
Tak sedikit orang yang melewatkan sarapan,
hal ini tentu menandakan bagi kelompok ini bahwa sarapan adalah hal
yang tak penting. Tak punya waktu, terburu-buru, perut belum siap diisi
yang kerapa dijadikan alasan orang yang tak gemar makan pagi.
Sayang, para ahli nutrisi tak berpendapat. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, sarapan adalah waktu makan terpenting apalagi bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Sarapan akan membuat metabolisme dalam tubuh berjalan dengan baik. Tak heran seseorang yang sarapan akan membuat mudah lapar pada siang hari. Namun, hal ini malah membantu Anda untuk mengurangi frekuensi mengemil seperti dilansir Good Housekeeping, Jumat (12/9/2014).
Sarapan membuat porsi makan pada siang hari tak berlebihan. Sehingga para peneliti setuju bahwa sarapan merupakan langkah tepat untuk turunkan berat badan.
Lalu bagiamana menu sarapan yang sehat? Kombinasi protein dan serat seperti outmeal dan buah atau telur dan roti gandum jadi ide menarik untuk menu sarapan Anda esok pagi.
Sumber: anandaalifia.blogspot.com
Sayang, para ahli nutrisi tak berpendapat. Menurut American Journal of Clinical Nutrition, sarapan adalah waktu makan terpenting apalagi bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Sarapan akan membuat metabolisme dalam tubuh berjalan dengan baik. Tak heran seseorang yang sarapan akan membuat mudah lapar pada siang hari. Namun, hal ini malah membantu Anda untuk mengurangi frekuensi mengemil seperti dilansir Good Housekeeping, Jumat (12/9/2014).
Sarapan membuat porsi makan pada siang hari tak berlebihan. Sehingga para peneliti setuju bahwa sarapan merupakan langkah tepat untuk turunkan berat badan.
Lalu bagiamana menu sarapan yang sehat? Kombinasi protein dan serat seperti outmeal dan buah atau telur dan roti gandum jadi ide menarik untuk menu sarapan Anda esok pagi.
Sumber: anandaalifia.blogspot.com
Langganan:
Komentar (Atom)

